Showing posts with label Bahasa Aceh. Show all posts
Showing posts with label Bahasa Aceh. Show all posts

Huruf Dalam Bahasa Aceh

Saturday, May 21, 2011

Huruf Vokal Tunggal

A a : dibaca seperti huruf /a/ dalam kata “makan”; contohnya: “keubah”(simpan),

I i: dibaca seperti huruf /i/ dalam kata “sapi”; contohnya: “inong”(perempuan),

U u: dibaca seperti huruf /u/ dalam kata “minum”; contohnya “bu”(nasi),

É é : dibaca seperti huruf /e/ dalam kata “kue”; contohnya “éh” (tidur),

È è : dibaca seperti huruf /e/ dalam kata “besok”; contohnya “bèk” (jangan),

E e: dibaca seperti huruf /e/ dalam kata “belum”; contohnya “le” (banyak),

Ô ô: dibaca seperti huruf /o/ dalam kata “soto”; contohnya “ôk” (rambut),


Ö ö: Tidak ditemukan dalam bahasa Indonesia; contohnya “böh” (buang),

Oo: dibaca seperti huruf /o/ dalam kata “tolong”; contohnya “boh” (buah),

‘A ’a: Tidak ditemukan dalam bahasa Indonesia; contohnya “ ‘ap “ (makan),

‘I ‘i: Tidak ditemukan dalam bahasa Indonesia; contohnya: “ ‘isya “ (isya),

‘U ‘u: Tidak ditemukan dalam bahasa Indonesia; contohnya:

‘È ‘è: Tidak ditemukan dalam bahasa Indonesia; contohnya: “ ’èt ” (pendek),

‘O ‘o: Tidak ditemukan dalam bahasa Indonesia; contohnya: “ ‘oh “ (tahu),

‘Ö ‘ö: Tidak ditemukan dalam bahasa Indonesia; contohnya:



Huruf Vokal Rangkap

IË ië : Tidak ditemukan dalam bahasa Indonesia; Contoh: “ biëng “(kepiting),

UË uë: Tidak ditemukan dalam bahasa Indonesia; Contoh: “ buë “ (kera),

ÈË èë: Tidak ditemukan dalam bahasa Indonesia; Contoh: “ asèë “(anjing),

EUË euë: Tidak ditemukan dalam bahasa Indonesia; Contoh: beuët (baca),

OË oë: Tidak ditemukan dalam bahasa Indonesia; Contoh: “ bloë “(beli),

‘UË ‘uë: Tidak ditemukan dalam bahasa Indonesia; Contoh: “ ‘uë “(membajak),


Huruf Konsonan Tunggal
B b: dibaca seperti huruf /b / dalam kata “bawa”; Contoh: “ba” (bawa),

C c: dibaca seperti huruf /c/ dalam kata “cicak”; Contoh: “cicém” (burung),

D d: dibaca seperti huruf /d/ dalam kata “delapan”; Contoh: “adèë” (jemur),

G g; dibaca seperti huruf /g/ dalam kata “gigi”; Contoh: “cagok” (lawak),

H h: dibaca seperti huruf /h/ dalam kata “hirup”; Contoh: “ho” (ke mana),

J j: dibaca seperti huruf /j/ dalam kata “jeruk”; Contoh: “pajôh” (makan),

K k: dibaca seperti huruf /k/ dalam kata “kamu”; Contoh: “paké” (berseteru),

L l: dibaca seperti huruf /l/ dalam kata “ular”; Contoh: “le” (banyak),

M m: dibaca seperti huruf /m/ dalam kata “makan”; Contoh: “rhom” (lempar),

N n: dibaca seperti huruf /n/ dalam kata “naik”; Contoh: “lôn” (saya),

NG ng: dibaca seperti huruf /ng/ dalam kata “nangis”; Contoh: “bangay” (bodoh),

NY ny: dibaca seperti huruf /ny/ dalam kata “menyelam”; Contoh: “nyan” (itu),

P p: dibaca seperti huruf /p/ dalam kata “pasar”; Contoh: “peuë” (apa),

R r: dibaca seperti huruf /r/ dalam kata “risalah”; Contoh: “sira” (garam),

S s: dibaca seperti huruf /s/ dalam kata “pasang”; Contoh: “pasi” (pantai),

T t: dibaca seperti huruf /t/ dalam kata “itu”; Contoh: “toë” (dekat),

W w: dibaca seperti huruf /w/ dalam kata “melawan”; Contoh: “woë” (pulang),

Y y: dibaca seperti huruf /y/ dalam kata “yang”; Contoh: “yu” (suruh),


Huruf Konsonan Rangkap

BH bh: Tidak ditemukan dalam bahasa Indonesia; Contoh: “bhuëk” (tenggelam),

BL bl: Tidak ditemukan dalam bahasa Indonesia; Contoh: “blië“ (melotot),

BR br: Tidak ditemukan dalam bahasa Indonesia; Contoh: “bruëk“ (tempurung),

CH ch: Tidak ditemukan dalam bahasa Indonesia; Contoh: “choë“ (alasan),

CR cr: Tidak ditemukan dalam bahasa Indonesia; Contoh: “crah" (retak),

DH dh: Tidak ditemukan dalam bahasa Indonesia; Contoh: “dhiët“ (bagus),

DR dr: Tidak ditemukan dalam bahasa Indonesia; Contoh: “drop“ (tangkap),

GH gh: Tidak ditemukan dalam bahasa Indonesia; Contoh: “ghuën“ (kental),

GL gl: Tidak ditemukan dalam bahasa Indonesia; Contoh: “gla“ (licin),

GR gr: Tidak ditemukan dalam bahasa Indonesia; Contoh: “gr‘am“ (gemas
),

JH jh: Tidak ditemukan dalam bahasa Indonesia; Contoh: “jhô“ (mendorong),

JL jl: Tidak ditemukan dalam bahasa Indonesia; Contoh: “jluëh“ (rusa),

JR jr: Tidak ditemukan dalam bahasa Indonesia; Contoh: “jroh“ (baik),

KH kh: Tidak ditemukan dalam bahasa Indonesia; Contoh: “kha“ (perkasa),

KL kl: Tidak ditemukan dalam bahasa Indonesia; Contoh: “klik“ (menagis),

KR kr: Tidak ditemukan dalam bahasa Indonesia; Contoh: “kruëng“ (sungai),

LH lh: Tidak ditemukan dalam bahasa Indonesia; Contoh: “lhat“ (menggantung),

MB mb: Tidak ditemukan dalam bahasa Indonesia; Contoh: “mbông“ (sombong),

MP mp: Tidak ditemukan dalam bahasa Indonesia; Contoh: “mpèë“ (empu),

NC nc: Tidak ditemukan dalam bahasa Indonesia; Contoh: “ncông (di atas),

ND nd: Tidak ditemukan dalam bahasa Indonesia; Contoh: “ndië“ (nama takaran),

NDR ndr: Tidak ditemukan dalam bahasa Indonesia; Contoh: “ndrop“ (menangkap),

NGG ngg: Tidak ditemukan dalam bahasa Indonesia; Contoh: “nggang“ (enggang),

NJ nj: Tidak ditemukan dalam bahasa Indonesia; Contoh: “njèë“ ,

NYH nyh: Tidak ditemukan dalam bahasa Indonesia; Contoh: “nyhèh“ (sekam),

PH ph: Tidak ditemukan dalam bahasa Indonesia; Contoh: “kaphé“ (kafir),

PL pl: Tidak ditemukan dalam bahasa Indonesia; Contoh: “pluëng“ (lari),

PR pr: Tidak ditemukan dalam bahasa Indonesia; Contoh: “proh“ (memecahkan),

RH rh: Tidak ditemukan dalam bahasa Indonesia; Contoh: “rhah“ (mencuci),

SH sh: Tidak ditemukan dalam bahasa Indonesia; Contoh: “sh‘ah“ (membisik),

SR sr: Tidak ditemukan dalam bahasa Indonesia; Contoh: “srah“ (mencuci),

TH th: Tidak ditemukan dalam bahasa Indonesia; Contoh: “thô“ (kering),

TR tr: Tidak ditemukan dalam bahasa Indonesia; Contoh: “troë“ (kenyang),

Sejarah Bahasa Aceh

Monday, May 16, 2011

Bahasa Aceh adalah bagian dari Rumpun bahasa Austronesia yaitu sebuah rumpun bahasa yang penyebarannya dari

Utara: Taiwan dan Hawai

Selatan: Selandia Baru

Barat: Madagaskar

Timur: Pulau Paskah

Bahasa Aceh sudah berulang kali mengalami perubahan ejaan, Pada awalnya Bahasa Aceh menggunakan huruf Arab, setelah berjalannya waktu kini bahasa Aceh menggunakan Ejaan Yang Disempurnakan.


Bahasa Aceh banyak menggunakan bahasa serapan seperti kata “sikin” yang berarti “pisau” dalam bahasa Indonesia mirip dengan kata ”ﺴﻜﻴﻦ /sikin/“ dalam bahasa Arab yang Mempunyai arti “pisau”.

Sejak dulu bahasa Aceh bukanlah sebuah ‘bahasa tulisan’. Bahasa Aceh adalah bahasa lisan yang digunakan untuk berkomunikasi sehari-hari. Bahasa Arab dan Bahasa Melayu digunakan sebagai Bahasa Tulisan sekaligus Bahasa Ilmu Pengetahuan.